PKS NEWS UPDATE:
« »

Sabtu, 25 Juni 2011

Laporan Bulanan Kegiatan PKS Piyungan Edisi Mei 2011


Mei 2011 sudah berakhir, kita takkan mungkin lagi bertemu dengannya. Apa yang sudah kita torehkan dalam buku amal kita di bulan Mei? Sebagai bahan muhasabah atas kiprah dakwah DPC PKS Piyungan selama bulan Mei (segala puji hanya bagi Allah atas amal sholih yang dikaruniakanNya kpd kami, dan istighfar tak pernah putus atas segala khilaf, malas, lalai dlm mengabdi di jalanNya), berikut rekam jejak kami 'berbagi' di jalan ini:

1 Mei:
-Dalam rangka Hari Pendidikan Nasional & Hari Kartini Bidang Perempuan DPC menggelar acara besar 'PKS Award' untuk tokoh perintis pendidikan PAUD se-kecamatan Piyungan. Kegiatan pendukung 'Sarasehan Psikologi Anak' untuk ibu-ibu dan Lomba Mewarnai bagi anak-anak PAUD. Acara bertempat di Balai Desa Sitimulyo

3 Mei:
-Syuro dua pekanan DPRa Sitimulyo bertempat di lesehan Minolestari.

6 Mei:
-Tahajud bersama DPRa Sitimulyo di masjid al-Ikhlas.

7 Mei:
-DPRa Srimulyo syuro di tempat Bu Prapti dusun Ngijo.

8 Mei:
-SPECIAL UKHUWAH DAY... DPC menggelar acara "Sarapan Pagi" kader se-DPC bertempat di kompleks masjid Bintaran Kulon. Dihadiri GUSPUR aleg DPR dari DIY dan Amir Syarifuddin aleg PKS DPRD Bantul dari Piyungan.

9 Mei:
-Buka bersama ifthor Kader Inti ikhwan di rumah ustadz Dhanie Asy-Syakib.
-Futsal friendly match untuk kader ikhwan se DPRa Sitimulyo jam 21.00-22.00 di Rifki Futsal.

10 Mei:
-DPRa Sitimulyo melakukan kegiatan SilMas (Silaturohim Masyarakat), 2 Tim masing-masing ke dusun Madugondo bertemu dengan Pak Giyanto pedagang angkringan dan ke dusun Mojosari bertemu Mas Aji tokoh pemuda dusun Mojosari.

-DPRa Srimulyo kegiatan silatorohim ke dusun Kradenan bertemu dengan Pak Winarto, beliau simpatisan yg jadi kordus PKS

11 Mei:
-DPRa Srimulyo melakukan silkoh (silaturohmi tokoh) ke bapak Haji Sadiran, tokoh desa Srimulyo.
-DPRa Srimulyo aksi sosial donor darah bagi keluarga kader yang operasi cesar di RS Sardjito.

12 Mei:
-Membina majlis ta'lim yasinan di mushola Bintaran Wetan, dari maghrib-isya.

13 Mei:
-Kegiatan PWK di dusun Tambalan Srimartani, rutin bulanan tiap tanggal 13.
-Rombongan DPC menjenguk keluarga Pak Wawan Wikasno yang anaknya dirawat di RS Rajawali Citra, sore jam 16.30.
-MABIT DPRa Sitimulyo di masjid al-Ikhlas dilanjut futsal pagi harinya.

15 Mei:
-Tatsqif fil Masjid, Kajian Ahad Pagi di masjid al-Ikhlas bersama ustadz Habib Musthofa.
-Kegiatan PWK sepedusunan Kaligatuk yang diikuti ibu-ibu dari perwakilan 8 RT dengan materi 'Perawatan Jazanah' yg disampaikan ustadz Andi TW Ketua DPC.
-Secara bersamaan, PWK juga mengadakan kegiatan PWK utk ibu-ibu di dusun Bangkel berupa siraman rohani dengan pembicara ustadzah Fajariyah, SPdI, jam 13.45-15.00.
-DPRa Srimartani kegiatan menjenguk keluarga kader, akh Candra, yang ibunya menderita sakit stroke.

16 Mei:
-DPC menjenguk keluarga Pak Widodo yang anaknya (Mahfudz Afnan) dirawat di rumah sakit Happy Land sejak 14/5.
-Di waktu yg sama jam yg sama 16.30 DPRa Srimartani juga menjenguk kader DPRa Srimartani, akh Haryadi, yang mengalami 'kecelakaan' di tempat kerja.
-DPRa Srimulyo jagong bayi keluarga kader pasutri Joni-Desi di dusun Payak yg dikaruniai anak pertama.
-Tanding futsal antar 2 liqo remaja dari dusun Kaligatuk vs Bintaran jam 21.00-22.00 di Rifki Futsal.
-Kader Inti DPC ikut Mabit PKS DPD Bantul rutin bulanan.

18 Mei:
-Syuro rutin DPC 2 pekanan, bertempat di rumah Pak Sulis dari jam 17.15-18.45
-DPRa Sitimulyo juga melakukan syuro rutin 2 pekanan, dari jam 20.00-21.30 di lesehan Minolestari


20 Mei:
-PWK di dusun Pos Piyungan, materi keterampilan praktek membuat kue ‘Kembang Goyang, pemateri ibu Lusi Priyanta.

-DPRa Srimartani silaturohmi ke Bapak Alek kepala dusun Bulusari

21 Mei:
-DPRa Srimulyo mengadakan Pelatihan Tim Medis untuk kader DPRa
-Temu Kader Inti se-DPC Piyungan, di rumah ustadzah Suwartiyah dusun Nganyang

22 Mei:
-Tatsqif rutin pekanan Kajian Ahad Pagi di masjid al-Ikhlas, pemateri ustadz Hanafi, materi Tafsir al-Muyassar Surat a-Qomar

23 Mei:
-Friendly Match futsal antar Liqo Kaligatuk dan Bintaran Wetan

24 Mei:
-DPRa Sitimulyo silaturohim menjenguk kader DPRa yang keguguran, ibu Eva Mifta Hasan di dusun Kuden.

25 Mei:
-DPRa Srimulyo menggelar nonbar final Liga Ti-Phone Divisi Utama 2011 antara Persiba Bantul vs Persiraja Banda Aceh di dusun Bintaran Wetan

26 Mei:
-DPRa Srimartani menjalin silaturohim menemui Bapak Herman Yusuf Yudianto, Ketua RT 04 Dusun Umbulsari.
-DPRa Srimulyo pembinaan ta'lim yasinan di dusun Bintaran Wetan

28 Mei:
-Liga Futsal Antar DPRa di Rifki Futsal, juara 1 tim Srimartani
-DPRa Srimartani nonbar Champions di lapangan olaharaga dusun Bulusari
-DPRa Srimulyo nonbar Champions di dusun Bintaran Wetan
-DPRa Sitimulyo nonbar Champions di Rifki Futsal

29 Mei:
-Tatsqif rutin Kajian Ahad Pagi di masjid al-Ikhlas Sampakan, pengisi ustadz Eko Novianto, materi 10 Karakteristik Dakwah

-PWK di dusun Duren Srimulyo, pemateri ustadzah Fajariyah, ditemani ukhti Novi Srimulyani

-DPRa Sitimulyo menyelenggarakan Silaturohim Kader se-DPRa bertempat di rumah Pak Bachtiar/Bu Candra di dusun Karanggayam

31 Mei:
-DPRa Sitimulyo silkoh ke tokoh desa Pak Tugiman di dusun Banyakan dan ke Pak Panggih dusun Nganyang

Kondisi keuangan (per 31 Mei 2011):

DPC : saldo Rp 338.400,-
DPRa Sitimulyo : saldo Rp 85.000,-
DPRa Srimulyo : saldo Rp 700.000,-
DPRa Srimartani : saldo Rp 686.000,-

(kami mohon maaf laporan ini belum diaudit oleh akuntan publik)

*posted: pkspiyungan.blogspot.com

Jumat, 24 Juni 2011

Kue 'Kembang Goyang' dari PWK Pos Piyungan

Reporter: Ken Sri Permanawati
---
Satu pekan berikutnya, tanggal 20 Mei'11, giliran PWK Pos Piyungan yang minta jatah. Mereka pengen diajari cara membuat 'kue kembang goyang' (centil ya namanya...??). Dinamai kembang goyang karena dibuat menggunakan cetakan berbentuk kembang, dan ada prosesi menggoyang-goyangkan cetakan saat proses memasak.

Awalnya, bu Lusi (kader PKS Srimartani) iseng ajah bikin nih kue. Eh, ternyata anak2nya plus anak2 tetangga (ortunya juga..) pada suka! Lalu berdasar resep dari bu Lusi, seorang tetangga bermaksud juga untuk snack suatu acara. Maksud hati biar tambah yummi, ditambahkan suatu bahan. Alih-alih si kembang goyang makin yummi, yang ada malah gatot! Alias gagal total....

Bermula dari kisah itu maka perkumpulan ibu2 RT 03 Pos Piyungan menginginkan agenda PWK diisi dengan praktek bikin tuh kue.

Meski sinarnya masih benderang, namun pelan2 sang surya mulai menyerah pada putaran waktu.

Pukul 4 sore, rumah bu Lusi yang tak seberapa luas telah penuh sesak oleh emak-emak. Antusias bener mereka. Semua bahan dan alat telah disiapkan oleh tuan rumah yang sekaligus trainer. Ummahat asal Palembang ini emang lihai dah urusan masak memasak. Gak pelit lagi bagi2 resep. Eh, gak cuma resepnya doank yg dibagi. Tetangga deket rumah sering deh dapet kiriman masakan. (wah jadi inget tekwan racikan beliau ni, asli, uenaaak tenaan! Ups...malah ngelantur!hehe, Maap..)

Sambil mengedarkan lembaran resep pada semua peserta, bu Lusi menerangkan bahan & alat yg diperlukan.

"Gampang sekali bu bikinnya, semua bahan dicampur aja jadi satu. Byur, byur, byur. Aduk rata dan...bla...bla...bla...", papar bu Lusi.

Acara ini juga dihadiri bu Mujiati, dukuh Pos Piyungan. Beliau pun terlihat antusias.

"Cemilan begini ndak ada yang jual lho di Piyungan. Bisa jadi peluang usaha ini!", tutur bu Muji.

Memang bener, kalo para emak mau kreatif memproduksi & memasarkan, bisa buat tambah2 uang blanja deh.

30-an peserta yang hadir semua mempraktekkan cara bikin nih kue. Diakhir acara, semua pada icip-icip hasil karya mereka. Kreezz..nyamm nyamm, gurih-gurih manis gimana gitu rasanya.... Hmm pengennya mo lagi mo lagi gitu... ^_^^_^
Tak lupa, tuan rumah juga menyiapkan kantong plastik buat para emak yang pengen bawain pulang tuk yang dirumah.

Indahnya hidup ini jika diwarnai dengan -s a l i n g-
saling berbagi
saling memberi
saling memahami
saling mengingatkan
saling apa lagi ya? Banyak dech ya pokoknya.... :):)

MABIT PKS Piyungan, Satu Jam Bersama Ust Cahyadi Takariawan

"Alhamdulillah, kurang lebih dua bulan lagi kita akan kedatangan 'tamu istimewa' yang kita umat Islam senantiasa nanti-nantikan, yaitu hadirnya Bulan Ramadhan. Bentuk rasa senang kita adalah dengan melakukan 'persiapan' penyambutan yang salahsatunya dengan mengadakan acara MABIT pada malam hari ini, sebagai upaya 'persiapan maknawiyah," ujar ustadz Dhani Asy-Syakib Kabid Kaderisasi DPC pada sambutan acara MABIT DPC PKS Piyungan yang diadakan tadi malam, Rabu 1 Juni 2011.

Enam puluhan kader ikhwan PKS Piyungan mulai berkumpul selepas isya di masjid al-Ikhlas Bintaran Kulon Piyungan, tempat diadakan MABIT. Termasuk beberapa ikhwan kader pemula yang baru pertama kali ini ikut acara MABIT.

"Pak, sebetulnya saya malu ikut acara ini...," kata Mas Sulis Banyakan pada murobbinya.

"Kenapa...?" tanya sang murobbi agak cemas khawatir mutarobbinya belum siap ikut MABIT.

".....saya kalau tidur mendengkur....," balas Mas Sulis mengutarakan alasan 'malu' ikut MABIT yang langsung disambut senyum simpul temen-temen liqonya dan kelegaan murobbi. Walaupun badan lagi kurang fit hingga tadi siang gak kerja, tapi Mas Sulis sangat semangat ikut MABIT perdana ini. Begitu pula dengan temen-temen satu liqonya, mereka juga baru kali ini mengenal dan ikut MABIT. Mereka baru tiga bulanan ikut liqo.

Pukul 8 malam tepat acara MABIT dimulai dengan Tasmi' Al-Quran yang dibawakan ustadz Argit Itok Abu Izzuddin yang baru saja ikut mukhoyyam al-quran yang diselenggarakan DPW PKS DI Yogyakarta 27-29 Mei kemarin.

Usai Tasmi' dilanjut Khotmil Qur'an, mengkhatamkan al-Quran dengan cara setiap peserta mendapat 'jatah' membaca al-Quran masing-masing 1 juz.

Pukul 21.00, acara taujih disampaikan ustdaz Cahyadi Takariawan. Beliau menyampaikan tentang "Kemampuan untuk Bertahan" dengan mengulas surat Huud ayat 112:

فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ وَمَن تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطْغَوْا ۚ إِنَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

"So remain on a right course as you have been commanded, [you] and those who have turned back with you [to Allah ], and do not transgress. Indeed, He is Seeing of what you do." (Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.)

"Kunci untuk bisa bertahan di jalan dakwah adalah dengan terus terlibat dan terus bergerak. Jadilah pelaku dakwah, aktor perubahan, maka anda akan merasakan nikmat dan indahnya jalan dakwah ini," tegas beliau yang malam itu tampil penuh semangat.

"Saya berbahagia bisa hadir di sini, di DPC yang paling terkenal dan paling keren sedunia....," ungkap Pak Cah yang membuat kami malu sendiri, karena kami sadar kami hanyalah sekumpulan orang-orang dusun yang mendapat karunia dengan diberi jalan bisa bersama dan bergabung dalam jamaah dakwah penuh berkah ini.

Satu jam bersama Pak Cah makin menguatkan langkah kami di jalan dakwah ini. Beliau tidak banyak mengurai teori dakwah, tapi malam itu beliau lebih banyak menyampaikan tentang kisah-kisah nyata kiprah para ikhwah di berbagai penjuru, yang beliau saksikan sendiri.

"Para ikhwah dimanapun mereka semua sibuk bekerja, mereka asyik berkontribusi, dan dari merekalah kita belajar dan mendapat energi bagaimana kita bertahan dan menikmati jalan dakwah ini," ujar Pak Cah menutup taushiyah malam itu.

...

Usai itu, acara MABIT diskors untuk istirahat.


Pukul 03.00 Qiyamullail dimulai hingga menjelang shubuh.

Usai shubuh, pengajian singkat disampaikan oleh ustadz Maryadi Ta'mir masjid setempat. Beliau menyampaikan hadits tentang 7 golongan istimewa yang akan mendapat hadiah istimewa dari Allah SWT pada hari qiyamat.

Setelah itu acara dilanjut dzikir ma'tsurat dan ditutup dengan Do'a Rabithah...

Ya Allah,
Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta padaMu,
telah berjumpa dalam taat padaMu,
telah bersatu dalam dakwah padaMu,
telah berpadu dalam membela syari’atMu.

Kukuhkanlah, ya Allah, ikatannya.
Kekalkanlah cintanya.
Tunjukilah jalan-jalannya.
Penuhilah hati-hati ini dengan nur cahayaMu yang tiada pernah pudar.
Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepadaMu dan
keindahan bertawakkal kepadaMu.
Nyalakanlah hati kami dengan berma’rifat padaMu.
Matikanlah kami dalam syahid di jalanMu.
Sesungguhnya Engkaulah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.

*)Reporter: Admin pkspiyungan

Ketika Badai Menghantam Perahu Kami


Oleh Abdullah Haidir, Lc
...
Berlayar mengarungi samudera, jangan berharap kau kan tiba di pulau tujuan tanpa cobaan mendera. Sebelum layar dibentangkan, inilah yang harus terpatri dalam diri menjadi kesadaran. Bahwa berbagai keindahan dari sebuah pelayaran panjang dan kenikmatan di pulau tujuan, berbanding lurus dengan besarnya tantangan yang menghadang. Tak kan pernah kau dapatkan indahnya pemandangan angkasa menjulang di tengah samudera luas membentang, selagi kau masih takut menembus hempasan gelombang. Ini bukan sekedar resiko perjalanan, tapi tlah menjadi aksioma tak terbantahkan.

Di sini, di perahu ini, kita sedang merangkai keutuhan dan persaudaraan, kesetiaan dan keteguhan, apapun posisi dan kedudukan. Karena kita telah memiliki tujuan, harapan dan mimpi yang sama ingin diwujudkan. Namun, kita tidak pernah menafikan adanya kesalahan, kelalaian dan kekhilafan, bahkan juga kejenuhan, kekecewaan, kemarahan, hingga silang sengketa yang tak terhindarkan. Itu wajar belaka, karena memang tidak satu pun di antara kita yang mengaku tiada cela tiada dosa. Namun kesamaan tujuan, mimpi dan khayalan, kan segera menyatukan, meluruskan langkah ke depan, menghapus resah dan kemarahan, berganti semangat yang terbarukan. Karenanya, kita sambut gembira setiap arahan, nasehat dan pesan-pesan yang dapat menguatkan serta menyatukan, sekeras apapun. Tapi, fitnah yang memecah barisan, tuduhan yang memojokkan, umpatan dan celaan yang menjatuhkan, serta aib yang dibeberkan, apalagi tindakan melobangi perahu agar kandas atau tenggelam, tidak pernah dapat kami terima, baik secara logika apalagi perasaan. Bagaimanapun, kami bukan batu yang diam diketuk palu.

Di sini, di perahu ini, kita sedang menjadikan badai dan gelombang sebagai ujian kejujuran, sarana muhasabah untuk memperteguh perjuangan, juga sarana belajar menjaga komitmen atas kesepakatan yang tlah dinyatakan. Karenanya, alih-alih badai ini menceraiberaikan atau meluluhlantakkan, justeru dia menjadi moment paling tepat untuk semakin rekat, melupakan kesalahpahaman yang sempat menimbulkan sekat. Mereka di kejauhan, boleh jadi bersorak sorai kegirangan ketika kita terombang ambing di tengah gelombang, berharap satu persatu dari kita tenggelam menjemput ajal menjelang. Tapi tahukah mereka? Justeru saat ini kami rasakan kehangatan tangan saudara kami yang erat saling berpegangan, justeru saat ini kami rasakan kekhusyuan doa-doa untuk keselamatan dan persatuan, justeru saat ini kami semakin yakin bahwa seleksi kejujuran memang harus lewat ujian, justeru saat ini kami jadi dapat membedakan mana nasehat dan mana dendam kesumat, mana masukan bermanfaat dan mana makar jahat, mana senyum tulus persaudaraan dan mana senyum sinis permusuhan.

Di sini, di perahu ini, justeru di tengah badai gelombang, kita jadi semakin mengerti pentingnya nakhoda yang memimpin dan mengendalikan, juga semakin menyadari pentingnya syura untuk mengambil keputusan, lalu pentingnya belajar menerima keputusan setelah disyurakan. Adanya kepemimpinan dan syura memang memberatkan, karena proses jadi panjang, langkah-langkah jadi terhalang aturan, keinginan sering tertunda menunggu keputusan. Tapi ini tidak dapat kita hindari, karena kita tidak berlayar sendiri, bergerak sendiri, mengambil keputusan sendiri dan menanggung resiko sendiri. Justeru karena kita berlayar bersama, maka kepemimpinan dan syura mutlak harus ada. Kepemimpinan memang bukan nabi yang maksum dan mendapatkan legalitas wahyu dalam setiap kebijakan, kesalahanpun bukan sebuah kemustahilan meski tidak kita anggap kebenaran. Tapi kepemimpinan yang dibangun oleh syura, telah memenuhi syarat untuk disikapi penuh penghormatan dan ketaatan, sepanjang tidak ada ajakan kemaksiatan. Sebagian orang boleh jadi mengatakan ini sikap taklid buta, kita katakan, 'Inilah komitmen kita!' Sebagian lagi katanya merasa kasihan dengan anak buah yang tidak mengerti banyak persoalan dan hanya ikut ketentuan, kita katakan, 'Kasihanilah dirimu yang sering menghasut tanpa perasaan!'

Di sini, di perahu ini, ketika badai menghantam dari kiri dan kanan, depan dan belakang, teringat perkataan para shahabat dalam sebuah peperangan, tatkala musuh dari luar datang menyerang dan orang dekat menelikung dari belakang,

'Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya' (QS. Al-Ahzab: 22)

Ibnu Katsir menjelaskan, "Maksudnya, inilah janji Allah dan Rasul-Nya berupa ujian dan cobaan, pertanda kian dekatnya kemenangan."

Riyadh, Rabiul Tsani 1432 H.


*Abdullah Haidir, Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) DPW PKS Arab Saudi

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons | Re-Design by PKS Piyungan